Saturday, February 28, 2015

PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN HEPATITIS A



PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN
VAKSIN Hepatitis A
YANG PERLU ANDA KETAHUI
Banyak Pernyataan Informasi Vaksinasi tersedia dalam bahasa Spanyol dan bahasa-bahasa lain. Lihat www.immunize.org/vis.

 

1.   Apa itu hepatitis A?
Hepatitis A adalah penyakit liver serius yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). HAV ditemukan pada kotoran penderita hepatitis A.
Ini biasanya menyebar melalui kontak dekat dan kadang melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi HAV. Seseorang yang memiliki hepatitis A dapat dengan mudah menyebarkan penyakit kepada orang lain yang berada dalam satu rumah.
Hepatitis A dapat menyebabkan:
·    Penyakit seperti flu
·    Jaundice (kuning pada kulit dan mata, urin berwarna gelap)
·    Nyeri perut berat dan diare (pada anak-anak)
Orang-orang dengan hepatitis sering harus di rawat inap di rumah sakit (sekitar 1 orang di antara 5).
Dewasa dengan hepatitis A biasanya merasakan terlalu sakit untuk bekerja hingga mencapai sebulan.
Kadang, banyak orang meninggal sebagai akibat dari hepatitis A (sekitar 3 sampai dengan 6 kematian per 1.000 kasus).
Vaksin hepatitis A dapat mencegah hepatitis A.
2. Siapa yang Sebaiknya Mendapat Vaksin Hepatitis A dan Kapan?
SIAPA
Beberapa orang yang sebaiknya secara rutin divaksinasi hepatitis A:
·    Semua anak dengan usia antara ulang tahun pertama dan kedua (12 sampai dengan 23 bulan).
·    Seseorang yang berusia 1 tahun dan bepergian atau bekerja di negara dengan prevalensi hepatitis A tingkat menengah hingga tinggi, seperti lokasi di Amerika Tengah dan Selatan, Mexico, Asia (kecuali Jepang), Afrika, dan Eropa Timur. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.cdc.gov/travel .
·    Anak-anak dan remaja usia 2 hingga 18 tahun yang tinggal di daerah atau komunitas dimana vaksinasi rutin telah dilaksanakan karena tingginya insiden kasus.
·    Laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki
·    Orang-orang dengan penyalahgunaan obat.
·    Orang-orang dengan penyakit hati kronis.

·    Orang-orang yang dalam pengobatan dengan konsentrat faktor pembekuan.
·    Orang-orang yang bekerja dengan hewan primata yang terinfeksi HAV atau yang bekerja dengan HAV di laboratorium penelitian.
·    Anggota keluarga yang berencana mengadopsi anak, atau mengasuh anak adopsi yang baru saja masuk dari suatu negara yang dimana hepatitis A sering terjadi.
Beberapa orang mungkin mendapatkan vaksin hepatitis A pada situasi berikut ini (tanyakan pada dokter anda untuk informasi lebih lanjut):
·    Anak-anak atau remaja yang belum divaksin dalam komunitas dimana wabah hepatitis A sedang terjadi.
·    Orang-orang yang belum divaksin yang telah terpapar oleh virus hepatitis A.
·    Seseorang yang berusia 1 tahun atau lebih yang menginginkan perlindungan dari hepatitis A.
Vaksin hepatitis A tidak dilisensikan untuk anak berusia dibawah 1 tahun.
KAPAN
Untuk anak-anak, dosis pertama sebaiknya diberikan pada saat berusia 12 sampai dengan 23 bulan. Anak-anak yang belum divaksin sampai usia 2 tahun dapat divaksinasi pada kunjungan berikutnya.
Untuk orang-orang yang beresiko, rangkaian jadwal vaksinasi hepatitis A dapat dimulai ketika seseorang berharap untuk mendapat perlindungan atau beresiko terkena infeksi.
Untuk pelancong, paling baik dimulai rangkaian jadwal vaksinasi paling tidak satu bulan sebelum bepergian. (Beberapa mungkin masih mengahasilkan perlindungan jika vaksin diberikan pada saat atau berdekatan dengan tanggal keberangakatan).
Beberapa orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin sebelum bepergian, atau untuk seseorang yang mana vaksin mungkin tidak efektif, dapat diberikan suntikan yang disebut imunoglobulin (IG). IG memberikan perlindungan cepat tetapi sementara.
Dua dosis vaksin dibutuhkan untuk perlindungan jangka panjang. Kedua dosis ini diberi jarak minimal 6 bulan.
Vaksin hepatitis A kemungkinan dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lainnya.
3. Beberapa Orang yang Sebaiknya Tidak Mendapat Vaksin Hepatitis A atau Sebaiknya Menunggu
·    Seseorang yang memiliki riwayat reaksi alergi yang mengancam jiwa dengan vaksin hepatitis A sebelumnya sebaiknya tidak diberikan vaksinasi hepatitis A.
·    Seseorang yang memiliki riwayat reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap salah satu komponen vaksin hepatitis A sebaiknya tidak diberikan vaksinasi hepatitis A.
·    Ceritakan pada dokter anda jika anda memiliki suatu alergi berat, termasuk alergi berat terhadap latex (bahan karet). Semua vaksin hepatits A mengandung tawas, dan beberapa vaksin hepatitis A mengandung 2-phenoxyethanol.
·    Seseorang yang sakit sedang hingga berat waktu  jadwal vaksinasi sebaiknya menunggu hingga membaik sebelum mendapatkan vaksin. Tanyakan kepada dokter anda. Orang-orang dengan sakit ringan biasanya tetap dapat menerima vaksinasi.
·    Ceritakan kepada dokter anda jika anda sedang hamil. Dikarenakan vaksin hepatitis A adana vaksin inaktif (mati), resiko terhadap wanita hamil dipercaya sangat kecil. Tetapi dokter dapat mempertimbangkan resiko secara teoritis dari vaksin dibanding kebutuhan akan perlindungan dari vaksin.

4. Apa resiko vaksin hepatitis A?
Vaksin itu seperti halnya suatu obat, terdapat kemungkinan menyebabkan masalah serius,seperti reaksi alergi berat. Resiko vaksin hepatitis A menyebabkan bahaya serius atau kematian kejadiannya teramat sangat kecil sekali.
Mendapatkan vaksinasi hepatitis A jauh lebih aman dibanding mendapatkan penyakitnya.
Masalah ringan
·   Peradangan pada tempat bekas suntikan (sekitar 1 di antara 2 orang dewasa, dan mencapai 1 di antara 6 anak)
·   Pusing (sekitar 1 di antara 6 orang dewasa dan 1 di antara 25 anak)
·   Berkurangnya nafsu makan (sekitar 1 di antara 12 anak)
·   Kelelahan (sekitar 1 di antara 14 anak)
Jika ini terjadi, biasanya akan berakhir setelah 1 atau 2 hari.
Masalah serius
·    Reaksi alergi serius, dalam beberapa menit atau beberapa jam setelah suntikan (sangat jarang terjadi).
5. Bagaimana Jika Terjadi Reaksi yang Parah?
 Apa yang harus saya amati?
 • Keadaan apapun yang tidak lazim, misalnya demam tinggi atau perubahan perilaku. Tanda-tanda reaksi alergi yang parah dapat berupa kesulitan bernafas, serak atau tersengal-sengal, hives (penyakit gatal dengan bintik-bintik merah), pucat, merasa lemah, detak jantung meningkat atau pening.
Apa yang harus saya lakukan?
Hubungi dokter atau langsung antarkan orang tersebut ke dokter.
Ceritakan kejadiannya pada dokter, termasuk tanggal dan jamnya, dan kapan vaksinasi tersebut diberikan.
Mintalah dokter Anda melaporkan reaksi alergi tersebut dengan mengisi formulir Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS). Atau Anda dapat memberikan laporan ini melalui situs web VAERS di www.vaers.hhs.gov, atau dengan menelepon 1-800-822-7967. VAERS hanya untuk pelaporan reaksi. Mereka tidak memberikan saran medis.

 6. Program Kompensasi Nasional untuk Cedera Akibat Vaksinasi
National Vaccine Injury Compensation Program (VICP) diciptakan pada tahun 1986. Bila Anda merasa yakin telah menderita akibat vaksinasi, Anda dapat mengajukan klaim ke VICP dengan menelepon 1-800-338-2382 atau mengunjungi situs web www.hrsa.gov/vaccinecompensation.

7. Bagaimana Saya Bisa Mengetahui Lebih Jauh?
• Bertanyalah pada dokter Anda.
• Teleponlah departemen kesehatan setempat atau negara bagian Anda.
• Hubungi Centers for Disease Control and Prevention (CDC): − Teleponlah 1-800-232-4636 (1-800-CDC-INFO) atau − Kunjungi situs web CDC di www.cdc.gov/vaccines




PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN HPV CERVARIX




PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN
VAKSIN HPV CERVARIX® YANG PERLU ANDA KETAHUI

Banyak Pernyataan Informasi Vaksinasi tersedia dalam bahasa Spanyol dan bahasa-bahasa lain. Lihat www.immunize.org/vis.

 
  (HUMAN
PAPILLOMAVIRUS)

1. Apa itu HPV?
Human papillomavirus genital/kelamin adalah penyebab tersering virus yang ditransmisikan melalui hubungan seksual di Amerika Serikat. Lebih dari setengah laki-laki dan perempuan yang aktif secara seksual telah terinfeksi dengan HPV dalam hidupnya.
Sekitar 20 juta orang Amerika saat ini terinfeksi, dan sekitar 6 juta lagi terinfeksi tiap tahunnya. HPV biasanya menyebar melalui kontak seksual.
Kebanyakan infeksi HPV tidak menimbulkan gejala, dan menghilang dengan sendirinya. Tetapi HPV dapat menyebabkan kanker leher rahim pada wanita. Kanker leher rahim adalah penyebab terbanyak kedua kematian akibat kanker pada wanita di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, sekitar 10.000 wanita menderita kanker leher rahim tiap tahunnya dan 4.000 di antaranya diperkirakan meninggal karenanya.
HPV juga terkait dengan beberapa kanker yang tidak sering terjadi, seperti kanker vagina dan bibir vagina pada wanita dan tipe-tipe kanker lainnya baik pada laki-laki maupun wanita. Infeksi ini juga dapat menyebabkan kutil kelamin dan kutil di tenggorokan.
Tidak terdapat pengobatan untuk infeksi HPV, tetapi beberapa masalah yang diakibatkannya dapat diobati.

2. Vaksin HPV: Mengapa Perlu Divaksinasi?
Vaksin HPV penting karena dapat mencegah kebanyakan kasus kanker leher rahim pada wanita, jika vaksin ini diberikan pada seseorang sebelum terpapar virus.
Proteksi dari vaksin HPV diharapkan berlangsung sepanjang hidup. Tetapi vaksinasi tidak menggantikan skrining kanker leher rahim. Para wanita sebaiknya tetap mendapatkan pemeriksaan Pap smear secara rutin.
Vaksin yang anda dapatkan adalah salah satu dari dua vaksin HPV yang dapat diberikan untuk mencegah kanker leher rahim. Vaksin ini hanya diberikan pada wanita.
Vaksin satunya dimungkinkan untuk diberikan baik kepada laki-laki maupun perempuan. Vaksin ini juga dapat mencegah kebanyakan kutil kelamin. Juga diketahui mencegah beberapa kanker vagina, vulva, dan anus.
3. Siapa yang Sebaiknya Mendapatkan Vaksinasi HPV dan Kapan?
Vaksinasi rutin
Vaksin HPV direkomendasikan untuk wanita berusia 11 sampai dengan 12 tahun. Ini dapat diberikan kepada wanita mulai usia 9 tahun.
Kenapa vaksinasi HPV diberikan pada wanita usia ini?
Penting bagi wanita untuk mendapatkan vaksin HPV sebelum kontak seksual pertama mereka karena mereka tidak akan telah terpapar oleh human papillomavirus.
Ketika wanita telah terinfeksi dengan virus ini, vaksin mungkin tidak akan bekerja maksimal atau malah tidak berfungsi sama sekali.
Jadwal vaksinasi tertinggal
·   Vaksin juga direkomendasikan pada wanita usia 13 hingga 26 tahun yang belum mendapatkan 3 dosis ketika usia mereka lebih muda.
Vaksin HPV diberikan sebanyak 3 dosis berurutan
Dosis pertama: Saat ini
Dosis kedua: 1 sampai dengan 2 bulan setelah dosis pertama
Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis pertama
Tambahan dosis (booster) tidak direkomendasikan.
Vaksin HPV  dapat diberikan bersama dengan vaksin-vaksin lainnya.

4. Beberapa Orang Sebaiknya Tidak Mendapatkan Vaksinasi HPV atau Sebaiknya Menunggu
·   Seseorang yang memiliki riwayat reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap salah satu komponen vaksin HPV, atau riwayat vaksin HPV sebelumnya sebaiknya tidak diberikan vaksin HPV. Ceritakan kepada dokter anda jika seseorang yang akan mendapatkan vaksinasi memiliki riwayat alergi berat, termasuk alergi terhadap latex (bahan karet).
·   Vaksin HPV tidak direkomendasikan untuk wanita hamil. Namun, vaksinasi HPV ketika hamil bukan alasan untuk melakukan terminasi kehamilan. Wanita yang sedang menyusui dapat diberikan vaksin.
     


Wanita yang mengetahui dia sedang hamil ketika mendapat vaksinasi HPV dianjurkan untuk menghubungi produsen vaksin HPV di bagian registri kehamilan di nomer 888-452-9622. Ini akan membantu kita untuk mengetahui bagaimana respon wanita hamil terhadap vaksin.
·   Orang-orang yang sakit ringan ketika direncanakan akan diberikan vaksinasi HPV tetap dapat divaksinasi. Orang-orang dengan sakit sedang hingga berat sebaiknya menunggu sampai mereka merasa lebih baik.

5. Apakah Resiko Dari Vaksin Ini?
Vaksin HPV ini sudah digunakan di seluruh dunia selama beberapa tahun dan telah diketahui aman.
Namun, suatu obat memungkinkan untuk menyebabkan suatu masalah serius, seperti reaksi alergi berat. Resiko dari suatu vaksin menyebabkan kecelakaan serius atau kematian kejadiannya sangat kecil.
Reaksi alergi yang mengancam nyawa dari suatu vaksin sangat jarang terjadi. Jika itu terjadi, hal itu akan terjadi hanya dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah vaksinasi.
Beberapa masalah ringan sampai sedang diketahui muncul dengan vaksinasi HPV. Hal ini tidak akan berlangsung lama dan akan sembuh dengan sendirinya.
·   Reaksi di tempat bekas suntikan:
o   Nyeri (sekitar 9 orang di antara 10)
o   Kemerahan atau bengkak (sekitar 1 orang di antara 2)
·   Reaksi ringan lainnya:
o   Demam sekitar 37.50C atau lebih (sekitar 1 orang di antara 8)
o   Pusing atau lemes (sekitar 1 orang di antara 2)
o   Mual, muntah, diare, atau nyeri abdomen (sekitar 1 orang di antara 4)
o   Nyeri otot atau sendi (sekitar 1 orang di antara 2)
·    Pingsan:
Episode pingsan yang singkat dan gejala yang terkait (seperti gerakan menyentak) dapat terjadi setelah suatu prosedur medis, termasuk vaksinasi. Duduk atau berbaring sekitar 15 menit setelah vaksinasi dapat membantu mencegah pingsan dan kecelakaan akibat terjatuh. Ceritakan kepada dokter anda jika pasien merasakan pusing atau terjadi perubahan penglihatan atau telinga berdenging. Seperti semua vaksin, vaksin HPV akan selalu dimonitor untuk kejadian yang tidak terduga dan kejadian beratnya.
6. Bagaimana Jika Terjadi Reaksi yang Parah?
Apa yang harus saya amati?
·   Keadaan apapun yang tidak lazim, misalnya demam tinggi, reaksi alergi berat atau perubahan perilaku.
·   Tanda-tanda reaksi alergi yang parah dapat berupa kesulitan bernafas, serak atau tersengal-sengal, hives (penyakit gatal dengan bintik-bintik merah), pucat, merasa lemah, detak jantung meningkat atau pening. Hal ini akan dimulai dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah vaksinasi.
Apa yang harus saya lakukan?
Jika anda berpikir itu adalah reaksi alergi berat atau keadaan gawat lainnya hubungi ambulans atau antarkan bayi anda ke rumah sakit terdekat.
Setelah itu, reaksi tersebut sebaiknya dilaporkan ke  Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS). Mintalah dokter Anda melaporkan reaksi alergi tersebut dengan mengisi formulir Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS). Atau Anda dapat memberikan laporan ini melalui situs web VAERS di www.vaers.hhs.gov, atau dengan menelepon 1-800-822-7967. VAERS hanya untuk pelaporan reaksi. Mereka tidak memberikan saran medis.

 7. Program Kompensasi Nasional untuk Cedera Akibat Vaksinasi
National Vaccine Injury Compensation Program (VICP) diciptakan pada tahun 1986. Bila Anda merasa yakin telah menderita akibat vaksinasi, Anda dapat mengajukan klaim ke VICP dengan menelepon 1-800-338-2382 atau mengunjungi situs web www.hrsa.gov/vaccinecompensation.

8. Bagaimana Saya Bisa Mengetahui Lebih Jauh?
• Bertanyalah pada dokter Anda.
• Teleponlah departemen kesehatan setempat atau negara bagian Anda.
• Hubungi Centers for Disease Control and Prevention (CDC): − Teleponlah 1-800-232-4636 (1-800-CDC-INFO) atau − Kunjungi situs web CDC di www.cdc.gov/vaccines




Monday, February 23, 2015

Ringkasan Rekomendasi yang Rasional untuk Vaksinasi HPV

Ringkasan Rekomendasi yang Rasional untuk Vaksinasi HPV

          Ketersediaan vaksin HPV memberikan kesempatan untuk menurunkan beban terhadap prekursor kanker servik. Kanker servik, prekursor kanker dan kanker anogenital lainnya, dan kutil kelamin. Walaupun data efikasi terhadap penyakit orofaringeal belum tersedia dalam studi klinis, vaksinasi HPV juga memungkinkan efektif untuk mencegah kanker orofaringeal yang diakibatkan HPV. Dua vaksin yang telah dilisensi untuk digunakan pada wanita yaitu HPV 4 (untuk mencegah infeksi HPV 6, 11, 16, dan 18) dan HPV 2 (ditujukan untuk mencegah HPV 16 dan 18). Salah satu vaksin tersebut yaitu HPV 4 di lisensi untuk digunakan pada laki-laki. HPV 16 dan 18 adalah penyebab sekitar 70% kanker cervical dan kebanyakan kanker lainnya yang disebabkan oleh HPV; HPV 6 dan 11 adalah penyebab sekitar 90% kutil kelamin.
          Vaksin HPV plg efektif diberikan sebelum terpapar oleh HPV. Rekomendasi untuk vaksinasi rutin pada usia 11 atau 12 berdasar pada beberapa pertimbangan termasuk studi-studi yang mengindikasikan bahwa vaksin HPV aman dan imunogenik pada kelompok usia ini, titer antibodi yang  lebih tinggi tercapai setelah vaksinasi pada usia 11 atau 12 dibanding usia yang lebih tua, data epidemiologi HPV, dan usia pertama berhubungan seks di Amerika Serikat. Rekomendasi juga mempertimbangkan evaluasi efektivitas harga dan rekomendasi oleh beberapa organisasi profesional, ketika vaksin lainnya juga direkomendasikan. Data menunjukkan bahwa proteksi setelah vaksinasi berlangsung panjang, studi jangka panjang sedang dilaksanakan untuk menentukan durasi proteksi.
          Walaupun vaksinasi rutin direkomendasikan pada usia 11 atau 12, anak yang lebih tua dari usia rekomendasi masih mendapat efektivitas dari vaksin. Kelompok usia terebut masih mendapatkan efektivitas penuh jika belum aktif secara seksual. Meskipun pada kelompok usia tersebut sudah aktif secara seksual tapi hanya sedikit yang mendapat infeksi keempat serotipe HPV tersebut (HPV 6,11,16,dan 18) secara bersamaan. Vaksin tersebut masih dapat melindungi dari serotipe yang belum menginfeksi. Vaksin tersebut  tidak hanya melindungi infeksi persisten, lesi prekanker, atau kutil kelamin yang disebabkan salah satu serotipe HPV yang menginfeksi seseorang bersamaan dengan saat vaksinasi. Meskipun efektivitas vaksin tersebut lebih rendah ketika diberikan kepada individu yang aktif secara seksual, dan akan menurun dengan bertambahnya usia dan kemungkinan telah terpapar sebelumnya, kebanyakan dari kelompok usia yang direkomendasikan ini tetap akan mendapatkan sebagian keuntungan dari vaksinasi.
       Vaksin HPV tidak di lisensikan di Amerika Serikat untuk digunakan pada usia >26 tahun. Di kalangan wanita, tingkat dampak terhadap populasi yang diharapkan dari vaksinasi HPV pada kelompok usia ini lebih rendah daripada wanita usia yang lebih muda karena tingginya kecenderungan bahwa wanita usia ini telah mendapatkan infeksi HPV seperti yang terdapat dalam vaksinasi, dikarenakan lebih sedikit yang mengalami infeksi yang sebaiknya dicegah dan resiko untuk berkembangnya penyakit dari kejadian infeksi tersebut lebih kecil.


Rekomendasi Penggunaan Vaksin HPV
Rekomendasi Rutin
       ACIP merekomendasikan vaksinasi rutin pada usia 11 atau 12 tahun dengan HPV4 atau HPV2 untuk wanita dan HPV4 untuk laki-laki (laki-laki kategori rekomendasi GRADE: A, tipe evidence: 2) Vaksinasi dapat dimulai di usia 9 tahun.
          HPV4 dan HPV2 masing-masing dijadwalkan untuk diberikan 3 dosis. Dosis kedua sebaiknya diberikan 1-2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis yang ketiga 6 bulan setelah dosis pertama.

Rekomendasi Untuk Mereka Yang Tidak Divaksin Pada Usia Rutin
       Vaksinasi juga direkomendasikanuntuk wanita usia 13 sampai dengan 26 tahun dan laki-laki usia 13 hingga 21 tahun yang belum pernah menerima vaksin HPV sebelumnya atau belum melengkapi ketiga dosis vaksin.
          Jika wanita atau laki-laki mencapai usia 27 tahun sebelum menyelesaikan vaksinasinya, vaksin dosis kedua dan atau ketiga dapat diberikan setelah usia 26 tahun untuk melengkapi jadwal vaksinasi. Pemeriksaan prevaksinasi (misal pemeriksaan Pap smear atau skrining DNA untuk resiko tinggi, tes DNA spesifik, atau tes antibodi HPV) untuk memastikan kelayakan vaksinasi HPV tidak direkomendasikan.


Pemberian
          Vaksin HPV (baik HPV4 atau HPV2) sebaiknya dikocok dengan benar sebelum digunakan. Dosis untuk keduanya adalah 0,5 ml, diberikan secara intramuskular (IM), diutamakan di otot deltoid.

Interval Dosis Minimal dan Jadwal yang Terputus
          Interval minimum antara dosis pertama dan dosis kedua vaksin HPV adalah 4 minggu. Interval minimal yang direkomendasikan antara dosis kedua dan ketiga vaksin adalah 12 minggu. Interval minimum antara dosis pertama dan ketiga adalah 24 minggu. Dosis yang tidak mencukupi atau pemberian vaksin lebih pendek dari interval dosis yang direkomendasikan sebaiknya diulang. Jika jadwal pemberian vaksin terputus baik untuk HPV4 maupun HPV2 , jadwal pemberian vaksin tidak perlu diulang. Jika jadwal pemberian vaksin terputus setelah dosis pertama, dosis kedua sebaiknya diberikan, dan dosis kedua dan ketiga sebaiknya diberi interval 12 minggu.

Pemberian Bersamaan dengan Vaksin Lainnya
          Vaksin HPV baik HPV4 maupun HPV2 dapat diberikan bersamaan pada waktu kunjungan dengan vaksin lain yang sesuai jadwal pada umurnya, seperti Tetanus, Diphteria, dan Pertusis aselular dan vaksin meningokokal konjugat kuadrivalen. Pemberian seluruh vaksin yang diindikasikan pada satu waktu kunjungan meningkatkan kemungkinan bahwa anak akan menerima masing-masing vaksin sesuai jadwal. Masing-masing vaksin harus diberikan dengan spuit yang berbeda pada lokasi anatomis yang berbeda.

Saling Tukar Produk Vaksin HPV
          ACIP merekomendasikan vaksinasi HPV baik untuk wanita maupun laki-laki dilengkapi dengan produk vaksin yang sama ketika memungkinkan. Namun jika penyedia vaksin tidak mengetahui atau tidak mempunyai produk vaksin seperti yang diberikan sebelumnya, kedua produk vaksin tersebut dapat digunakan untuk melengkapi jadwal untuk menyediakan proteksi terhadap HPV 16 dan HPV 18. Hanya HPV4 yang di lisensikan untuk digunakan pada laki-laki.
          Tidak terdapat studi yang membahas penggunaan yang saling tukar tersebut. Namun, tidak terdapat alasan teoritis yang menyatakan bahwa efek samping akan meningkat jika pengunaan vaksin lebih dari satu produk. Efektivitas jika menggunakan dua produk mungkin akan menurun dibandingkan jika melengkapi jadwal hanya menggunakan satu produk untuk melindungi terhadap HPV 16/18 yang terkait dengan kanker dan prekanker. Jadwal vaksinasi <3 kali dosis vaksin HPV4 mungkin menngurangi proteksi terhadap kutil kelamin dibanding jika melengkapi jadwal vaksin HPV4 dengan 3 dosis.


Populasi Khusus
Pemeriksaan Pap Smear yang Abnormal, Kutil kelamin, atau Lesi yagn terkait HPV
       Vaksin HPV dapat menyediakan perlindungan terhadap infeksi HPV yang serotipe nya belum menginfeksi. Itulah sebabnya vaksinasi direkomendasikan sampai umur yang direkomendasikan pada wanita meskipun hasil tes Pap smear abnormal, dan untuk wanita dan laki-laki yang sudah diketahui infeksi HPV, lesi prekanker yang terkait HPV, atau kutil kelamin. Wanita yang mempunyai abnormalitas pada saat skrining kanker servik cenderung sudah terinfeksi satu atau lebih serotipe HPV. Dengan meningkatnya keparahan hasil dari Pap smear kecenderungan untuk telah terinfeksi HPV 16 dan 18 semakin meningkat, dan efektivitas vaksin yang diharapkan semakin menurun. Wanita yang sudah melakukan pemeriksaan HPV sebagai bagian dari skrining kanker serviks pasti sudah mengetahui status HPV nya. Wanita atau laki-laki dengan AIN (Anal Intraepithelial Neoplasia) cenderung sudah terinfeksi HPV. Kutil anogenital atau riwayat terkena kutil anogenital mengindikasikan adanya infeksi saat ini atau infeksi di masa lampau oleh HPV, biasanya serotipe 6 atau 11. Meskipun vaksinasi tetap direkomendasikan tetapi pasien tetap harus dijelaskan bahwa vaksinasi tidak memiliki efek terapetik terhadap infeksi HPV, lesi prekanker terkait HPV, kanker, atau kutil anogenital yang sedang berlangsung.

Individu Imunokompromais
       Individu yang imunokompromais karena transplantasi, pengobatan, atau HIV mempunyai beban lebih berat terhadap penyakit dan kanker HPV. Walaupun studi-studi telah menemukan vaksinasi akan ditoleransi dengan baik dan imunogenik pada individu yang terinfeksi HIV, beberapa studi menemukan bahwa GMT (Geometric Mean Titers) lebih rendah diantara penderita HIV dibanding mereka yang tidak terinfeksi HIV. Apakah benar terdapat perbedaan dalam efikasi HPV antara individu imunokompromais dan imunokompeten atau tidak belum begitu jelas. ACIP merekomendasikan vaksinasi rutin pada usia 11 atau 12 tahun dengan HPV2 atau HPV4 untuk wanita dan HPV4 untuk laki-laki. Vaksinasi direkomendasikan hingga usia 26 tahun untuk individu imunokompromais yang belum pernah menerima vaksin HPV sebelumnya atau belum menyediakan 3 dosis vaksinasi.

Laki-laki yang Berhubungan Seks dengan Laki-laki
       MSM beresiko tinggi untuk terkena infeksi HPV dan kondisi lain yang diasosiasikan dengannya, termasuk kutil anogenital dan kanker anal. Untuk MSM, ACIP merekomendasikan vaksinasi rutin dengan HPV4, seperti semua laki-laki, dan vaksinasi hingga usia 26 tahun untuk mereka yang belum pernah mendapatkan vaksinasi sebelumnya atau belum menyelesaikan 3 dosis.

Ibu Menyusui
          Ibu menyusui dapat menerima vaksin HPV.

Riwayat Kekerasan Seksual
          Petugas kesehatan yang merawat anak dan remaja yang diduga menjadi korban kekerasan seksual harus peduli dengan kebutuhan vaksinasi HPV. Kekerasan seksual meningkatkan resiko infeksi HPV yang disebabkan kekerasan itu sendiri, potensi utnuk menjadi korban ke depannya, dan perilaku beresiko ke depannya. Anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual diketahui cenderung untuk ikut serta melakukan hubungan yang tidak aman dan cenderung melakukannya pada usia yang lebih muda dibanding anak-anak yang tidak mengalami kekerasan seksual. Walaupun vaksinasi HPV tidak akan membersihkan virus atau melindungi terhadap perkembangan penyakit yang diakibatkan infeksi serotipe yang menjangkiti, vaksin akan melindungi terhadap serotipe yang ada dalam vaksin tetapi yang belum menjangkiti. ACIP merekomendasikan vaksinasi HPV dimulai pada usia 9 tahun untuk anak-anak dengan riwayat kekerasan seksual yang belum menerima 3 dosis vaksin HPV. Wanita dan laki-laki yang menjadi korban kekerasan seksual sebaiknya menerima vaksin HPV hingga umur yang direkomendasikan jika mereka belum divaksinasi.


Perhatian Khusus dan Kontraindikasi
Hipersensitif atau Alergi Terhadap Komponen Vaksin
          Vaksin HPV dikontraindikasikan terhadap individu dengan riwayat hipersensitif terhadap komponen vaksin. HPV4 diproduksi dalam Saccharomyces cerevisiae (jamur roti) dandikontraindikasikan terhadap individu dengan riwayat hipersensitif cepat terhadap yeast/jamur. Ujung tutup dari prefilled syringe dari HPV2 mengandung latex. HPV2 sebaiknya jangan diberikan pada individu dengan alergi terhadap latex.

Penyakit Akut
          Vaksin HPV dapat diberikan kepada individu yang mengalami sakit akut ringan (seperti diare atau infeksi saluran pernapasan atas ringan dengan atau tanpa demam). Vaksinasi pada individu dengan penyakit akut moderat hingga berat sebaiknya ditunda sampai pasien benar-benar mengalami perbaikan.

Pencegahan Pingsan Setalah Vaksinasi
          Pingsan (reaksi vasovagal atau vasodepresor) dapat terjadi setelah vaksinasi, kebanyakan diantaranya adalah remaja muda dan anak usia yang lebih lanjut. Salah satu laporan yang sering diterima VAERS untuk HPV4 sejak dilisensi adalah pingsan. Walaupun episode pingsan tidak sering, penyedia vaksin harus mempertimbangkan untuk mengobservasi pasien (dengan pasien duduk atau berbaring untuk meminimalisir kecelakaan akibat terjatuh) selama 15 menit setelah mereka menerima vaksin, termasuk vaksin HPV.

Vaksinasi Selama Kehamilan
       Vaksin HPV tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada wanita hamil. Vaksin belum pernah dikaitkan dengan penyebab kejadian yang tidak diinginkan pada kehamilan atau efek samping pada janin. Namun, jika wanita diketahui hamil setelah mendapatkan vaksin, maka dosis selanjutnya ditunda dahulu sampai kehamilan selesai. Tes kehamilan tidak diperlukan sebelum vaksinasi. Jika vaksinasi sudah terlanjur diberikan kepada wanita hamil maka tidak ada intervensi yang perlu dilakukan. Pasien dan petugas kesehatan bisa melaporkan ke VAERS atau produsen vaksin sebagai bahan registri guna penelitian lebih lanjut.

Referensi:
-     Anonim. 2014. Human Papilomvirus Vaccination. Recommendations of the Advisory Comittee on Immunization Practices. MMWR (Morbidity and Mortality Weakly Report) :CDC (Centers for Diseases Control and Prevention)